Kamis, 14 Desember 2017

Strategi Pengembangan PMII


A. Pengertian
Strategi Pembinaan dan pengembangan PMII merupakan garis-garis besar pembinaan dan pengembangan adalah pola dasar dan umum program jangka panjang dan jangka pendek dalam mewujudkan tujuan organisasi supaya langkah PMII menjadi terarah, terpadu dan sustainable (berkelanjutan) setiap kebijakan, program dan garis perjuangannya.
Rangkaian strategi dan program yang terus menerus tersebut dimaksud untuk mewujudkan tujuan PMII
seperti termaktub dalam Anggaran Dasar Bab IV Pasal 4 yaitu : “Terbentuknya pribadi muslim Indonesia berilmu yang bertaqwa kepada Allah SWT, berbudi luhur, Berilmu, cakap dan bertanggung jawab dalam mengamalkan ilmunya dan komitmen memperjuangkan cita-cita kemerdekaan Indonesia.
Pembinaan dan pengembangan adalah upaya pendidikan baik formal maupun informal yang dilaksanakan secara sadar, terencana, terarah, terpadu, etratur dan bertanggung jawab dalam rangka memperkenalkan, menumbuhkan, membimbing dan mengembangkan suatu kepribadian yang seimbang dan utuh, baik jasmaniah maupun rohaniah.

B. Landasan
Landasan pembinan dan pengembangan PMII disusun berlandaskan:
1. Landasan Ideal :
    a. Islam Ahlussunnah wal Jamaah
    b. Pancasila dan UUD 1945
    c. Nilai-nilai Dasar Pergeraan (NDP)
    d. Keputusan Kongres PMII

2. Struktural:
 Anggaran Dasar Pasal 5 tentang Usaha PMII:
Menghimpun dan membina mahasiswa Islam sesuai dengan asas dan tujuan PMII serta peraturan
perundang-undangan yang berlaku.Melaksanakan kegiatan-kegiatan dalam berbagai bidang sesuai dengan asas, dan tujuan PMII serta upaya perwujudan cita-cita kemerdekaan Indonesia.
Anggaran Rumah Tangga PMII

3. Landasan Historis:
Produk dan Dokumen Historis Organisasi.

4. Azaz:
 Ketaqwaan, Keseluruhan, Manfaat, Kemasyarakatan, keploporan, independent, kemahasiswaan : Bahwa PMII sebagai organisasi kemahasiswaan haruslah berorientasi pada nilai-nilai obyektif, kritis, analitis dan bertanggung jawab serta antisipatif terhadap masa depan masyarakat bangsa & Negara


C. Modal Dasar dan Dominan
     1) PMII Sebagai organisasi Kemasyarakatan
     2) Ideologi PMII NDP
 3) Jumlah Kader dan Alumni PMII yang tersebar diseluruh Indonesia

Tipologi Kader PMII:
Pertama, intelektual baik akademik (scholar) maupun organik (analis/praktisi). 
Kedua, gerakan massa (student movement).
Ketiga, advokasi sosial baik yang intens dengan pendampingan sosial, maupun advokasi wacana.
Keempat, politisi baik keterlibatan dalam panggung konstalasi politik, maupun persinggungan dengan dunia politisi.
Kelima, kecenderungan profesional dan enterpreneur.
Komunitas Islam Ahlussunnah Waljamaah sebagai kelompok masyarakat terbesar Indonesia.

D. Strategi Pengembangan Kader
Iklim yang mampu menciptakan suasana yang sehat, dinamis dan kompetitif yang selalu dibimbing dengan bingkai taqwa, inteleqtuallitasdan profesionalitas sehingga mampu meningkatkabn kualitas pemikiran dan prestasi, terbangunnya suasana kekeluargaan dalam menjalankan tugas suci keorganisasian, kemasyarakatan dan kebangsaan.
  • Kepemimpinan harus difahami sebgai amanat Allah yang menempatkan setiap insan PMII sebagai Da’I untuk melakukan amar makruf nahi munkar. Sehingga kepemimpinannya selalu tercermin sikap bertanggungjawab melayani, berani, jujur, adil dan ikhlas; serta didalam menjalankan kepemimpinannya selalu penuh dengan kedalaman rasa cinta, arif bijaksana, terbuka dan demokratis.
  • Untuk mewujudkan suasana taqwa, intelektualitas dan profesionalitas serta kepemimpinan sebagai amanat Allah SWT diperlukan suatu gerakan dan mekanisme organisasi yang bertumpu pada kekuatan dzikir dan fikir dalam setiap tata pikir, tata sikap dan tata perilaku bsik secara indivudu maupun organasatoris.
  • Struktur dan aparat organisasi yang tertata dengan baik sehingga dapat mewujudkan sistem dan mekanisme organisasi yang efektif dan efesien, mampu mewadahi dinakima intern organisasi serta mampu merespon dinamika dan perubahan ekternal.
  • Produk dan peraturan-peraturan organisasi yagn konsisten dan tegas menjadi panduan konsitutif , sehingga tercipta auatu mekanisme organisasi yang teratur dan mempunyai kepastian hukum dari tingkat pengurus besar sampai tingkat rayon.
  • Pola komunikasi yang dikembangkan adalah komunikasi individual dan kelembagaan, yaitu terciptanya komunikasi timbal balik dan berdulat serta mampu membedakan antara hubungan individual dan hubungan kelembagaan; baik kedalam maupun keluar.
  • Pola kaderisasi yang dikembangkan selaras dengan tuntutan perkembangan zaman kini dan mendatang

Tidak ada komentar:

Posting Komentar