SALAM PERGERAKAN !!!
Sahabati- sahabati KOPRI yang tercinta.
Dewasa ini wacana tentang GENDER sudah bukan hal yang tabu lagi, sering kita dapatkan diskursus-diskursus tentang gender dan peran-peran perempuan dalam sosial kemasyarakatan yang menjadi topik pembahasan, namun yang menjadi kegelisahan saya saat ini, mengapa diskriminasi dan ketidakadilan sosial masih sering kita temui, baik itu ditingkat negara, agama, budaya, masyrakat, khususnya masyarakat kampus (mahasiswa), dan terlebih lagi pada kaum perempuan. Analisa terhadap kondisi ini memberikan kerangka berpikir bahwa sebenarnya hal ini terjadi karena pemahaman terhadap gender yang sebenarnya masih sangat minim,Dan bahkan tidak mendapat perhatian khusus,dikalangan perorangan dan kelompok-kelompok masyarakat. Sehingga sulit bagi masyarakat untuk mengiubah paradigma budaya patriarki yang memang sudah membudaya dikalangan masyrakat sesuai dengan keinginan tokoh-tokoh gender (feminisme) yang mengharapkan terjadinya kesetaraan peran antar laki-laki dan perempuan dalam sosial kemasyarakatan.
Gender pada dasarnya menegaskan eksistensi individu baik laki-laki maupun perempuan bahwa setiap individu memiliki kemerdekaan untuk memilih dan menentukan nasibnya sendiri. Dan wacana gender memiliki imbas yang sangat dasyat bagi perempuan.sebagai contoh, kesadaran yang muncul dari pewacanaan gender yang ditangkap mentah-mentah membawa efek pada “terseretnya”perempuan keluar rumah dan bekerja dipabrik-pabrik. Hal ini bukan berarti mewajibkan kita untuk mencurigai isu-isu seperti demokrasi, HAM, dan gender.tetapi kita harus sadar bahwa isu-isu yang kita anggap sebagai nilai-nilai yang harus kita perjuangkan itu ternyata memiliki efek yang juga merugikan tidak hanya bagi kita sebagai warga negara juga sebagai perempuan.
KOPRI melihat bahwa, gender sebagai sebuah alat analisismampu menjelaskan dengan lebih gamblang atas proses-proses diskriminasi sosial dan hukum, subordinasi, pelebelannegative, kekerasan fisik dan non fisik, marjinalisasi ekonomi, dan beban ganda yang selama ini dialami peremuan. Maka dalam perkembangan , KORPPMII PUTRI (KOPRI), sebagai wadah kader perempuan warga Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia meyakini peranannya sebagai “khalifatullah fil ardl” dan keberadaannya akan menjadi rahmat begi segenap alam.karena keberadaan KOPRI harus bisa dirasakan kemanfaatannya tidak hanya oleh kader-kader PMII baik laki-laki maupun perempuan tetapi juga seluruh umat yang ada di bumi ini baik secara langsung maupun tidak langsung.
Berangkat dari peran KOPRI tersebut makasangat diharapkan untuk seluruh kader PMII putri, untuk terus menambah pemahaman dan pengetahuan terhadap muncul dan berkembangnya wacanafeminisme dan Gender yang berbeda. Sehingga akan memengaruhi strategi atau tindakan yang menjadi pilihan PMII,khususnya KOPRI dalam menyikapi persoalan ketidakadilan gender seperti kuota perempuan, kekerasan dalam rumah tangga, TKI/TKW, buruh perempuan, pemerkosaan dan sebagainya.
Warning !!!
Jangan biarkan diri kita menjadi korban maupun pelaku tindak kekerasan,dan ketidakadilan sosial.
Bangkitlah sahabat – sahabat KOPRI, teruslah berjuang, kalau bukan kita siapa lagi yang akan membela hak-hak kita…
Tangan terkepal dan maju kemuka..!!
Wallahul’muafieq ilaa aqwamith thorieq
Assalamu’alaikum Wr. Wb
~ Sekian dan Terimakasih ~

Tidak ada komentar:
Posting Komentar